Selama bertahun-tahun, perak telah menjadi logam yang tidak pernah mendapat sorotan. Emas menjadi pusat perhatian, berita utama, dan status “safe haven”. Perak? Emas sering dianggap sebagai sahabat karib emas yang lebih murah.
Namun tahun 2024 dan 2025 berbeda. Perak diam-diam mulai bergerak, harga naik, dan semakin banyak investor yang menaruh perhatian. Jadi, apa yang berubah?
Perak Sebenarnya Bergerak Besar pada 2024–25
Berdasarkan angka terbaru, produksi tambang perak hanya naik sedikit pada tahun 2024 menjadi sekitar 0,9% dibandingkan produksi tahun lalu. menjadi sekitar 819 juta ons. Pada dasarnya, pasokan tidak terlalu meledak. Daur ulang menghasilkan hasil yang lebih baik, naik 6 persen menjadi hampir 194 juta ons.
Di sisi permintaan, total permintaan perak sedikit turun pada tahun 2024 menjadi sekitar 1,16 miliar ons — namun inilah perubahannya: permintaan industri mencapai rekor tertinggi. Panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik mengonsumsi perak lebih cepat dari sebelumnya. Produsen dan perusahaan teknologi melakukan pembelian, sehingga permintaan tetap kuat bahkan ketika investasi melambat.
Harga perak mencerminkan perubahan tersebut. Pada tahun 2024, rata-rata perak berada pada kisaran sekitar US$28 per ons, rata-rata tahunan tertinggi sejak tahun 2012. Dan pada tahun 2025, angka tersebut menjadi lebih pedas lagi — bahkan mencapai titik tertinggi US$40 kisaran per ons, yang tertinggi dalam satu dekade.
Jadi mengapa ini terjadi?
Dua hal yang membuat perak menonjol:
- Ini menarik dan praktis
Emas sebagian besar merupakan logam keuangan. Orang membelinya untuk menyimpan nilai. Perak, sebaliknya, memiliki nilai industri yang nyata. Ini digunakan di dalam:
– panel surya
– mobil listrik
– teknologi medis
– ponsel pintar
– papan sirkuit
– sensor
Pada dasarnya, semakin canggih dunia ini, semakin banyak perak yang kita butuhkan.
Penggunaan perak pada tenaga surya saja sudah sangat besar. Sekitar 17% permintaan perak global pada tahun 2024 berasal dari tenaga surya — naik dari hanya 5% pada tahun 2015. Itu merupakan pertumbuhan yang tidak masuk akal.
- Harganya masih terlihat “undervalued” jika dibandingkan dengan emas
Salah satu cara sederhana bagi investor untuk mengukur perak versus emas adalah dengan rasio emas terhadap perak, yaitu berapa ons perak sama dengan satu ons emas. Secara historis, posisinya sekitar 60:1. Pada akhir tahun 2025, angkanya mendekati 78–90:1.
Hal ini pada dasarnya memberi tahu para investor: Perak masih jauh lebih murah daripada emas dan orang-orang membelinya karena orang-orang yang mereka sukai mendapat keuntungan.
Membeli satu ons emas bisa jadi mahal. Perak? Jauh lebih mudah untuk mulai menumpuk. Anda dapat membeli beberapa koin atau batangan tanpa menghabiskan seluruh anggaran bulanan Anda — itulah sebabnya investor ritel biasa menyukainya.
Perak terjual lebih cepat. Ketika pasar naik, perak sering kali melonjak lebih cepat daripada emas. Ketika benda jatuh, benda itu juga bisa jatuh lebih keras.
Haruskah Anda Memperhatikan Perak?
Ya. Jika Anda:
- percaya pada energi terbarukan
- Saya pikir EV semakin besar
- melihat permintaan teknologi meningkat
- ingin lindung nilai terhadap inflasi tetapi tidak menginginkan harga emas, maka perak mungkin layak untuk dipertimbangkan.
Ingat saja: perak selalu fluktuatif. Jika perekonomian global melambat, permintaan industri bisa turun dan perak bereaksi lebih cepat dibandingkan emas.
Intinya
Kembalinya Silver bukanlah sebuah hype — ini adalah hasil dari perubahan nyata di seluruh dunia. Dunia kini menjadi lebih bersih, lebih hijau, lebih digital, lebih terhubung dengan teknologi, dan semua itu membutuhkan perak. Emas mungkin akan selalu menjadi rajanya logam mulia. Namun perak tidak lagi hanya menjadi pendukungnya, namun telah menjadi pemain utama di pasar logam mulia.
Artikel ini dipersembahkan oleh:
Ibukota Emas Australia
Suite 707/227 Collins St
Melbourne, VIC 3000
(03) 8346 9661
https://www.australiangoldcapital.com.au/